maleonn maSaya akan membahas seorang bernama Maleonn Ma yang merupakan seorang fotografer, juga seorang film-maker. Karyanya yang unik, simbolis, bergerak dalam bingkai teatrikal, naratif , serta metafora objek dan cenderung sureal, seperti menyaksikan karya-karya lukisan surealisme yang di-riil-kan dalam wujud fotografi.

Memasuki wilayah fotografi pada kisaran tahun 2004, pria kelahiran 1970 ini, telah menghasilkan kemajuan yang sangat berarti, selain didukung oleh pengalamannya sebagai Art Director dan Short Video Director mengakibatkan dia seringkali mengkonsepkan diri pada tema narasi cerita.

Memasuki wilayah fotografi adalah sama halnya mematutkan berbagai macam visual yang dibekukan dalam teknik foto untuk berbagai macam kepentingan. Fotografi merupakan salah satu bagian dari rentetan sejarah seni yang terkait dalam bidang penemuan atau invent, terus berkembang sejalan dengan teknologi hingga saat ini.

Fotografi Seni, salah satu acuan tematik karya dari Maleonn Ma ini,seorang seniman fotografi berkebangsaan China yang saat ini tinggal di Shanghai, yang dalam karya-karyanya 3 tahun terakhir ini, sangat eksperimental, penuh nuansa klasik dan tematik, yang terus terang, memang mengagumkan bagi saya sendiri. Informasi yang ingin saya dapat dari website pribadinya, mengakibatkan waktu yang ada dalam upaya membrowsing karya-karya seni lainnya terhenti hanya di situsnya saja.

Saya jadi teringat tokoh-tokoh fotografi dunia seperti Jan Saudek, Alfred Stieglitz, Ansel Adams, Nobuyishi Araki dan masih banyak (bertebaran di wikipedia, coba saja), termasuk termasuk tokoh lawas fotografi Indonesia, seperti Kassian Chepas, Alex dan Frans Mendur, Darwis Triadi, Jez O’Hare, Aries Lim dan lainnya yang masih banyak lagi. Termasuk fotografer Indonesia yang banyak menampilkan karya-karyanya di situs deviantart, flickr maupun website sendiri. Masih banyak seniman fotografi dunia dan Indonesia juga yang menampilkan tema selaras dengan pilihan Maleonn Ma. Tetapi keunikan sang fotografer yang kali ini saya bahas adalah, bagaimana dia mampu menciptakan narasi (seperti film) dengan para pendukungnya yang terdiri dari berbagai macam latar belakang, sutradara, movie-costume designer. Dalam hal ini, Maleonn, menciptakan sensasi visual yang penting dengan mengandalkan otentisitas ras atau figur yang dijadikan objek fotonya, tema yang absurd dan sosok-sosok ganjil dengan cerita men-dehumanisasikan sosok manusia. Dalam hal ini kita jangan melupakan wacana perkembangan seni rupa China yang saat ini sedemikian pesat di kancah Internasional, sehingga memicu negara-negara asia pasifik termasuk indonesia lebih dalam mengeksplor karya dan sounding yang mulai terasa di percaturan internasional.

Bagi saya Maleonn Ma sangat fascinating, tanpa harus mengandalkan opsi pilihan bertemakan urban yang ramai saat ini, sebenarnya karya Maleonn, justru jauh lebih hidup dengan nuansa klasik yang ingin disampaikan. Pewarnaan yang menjadi ciri khasnya, dan editing yang bagus, menghasilkan sebuah karya seni fotografi yang tajam, satir dan cenderung ‘dalam’. Dalam suatu kesempatan, Maleonn mengatakan jika berkarya dengan fotografi, seperti mewartakan dirinya yang ‘baru’ (the word ‘self’ come back again into my language – Maleonn Ma) akan kesempatan mengambil gambar (foto), mengolahnya menjadi sebuah gambar artistik yang bercerita, ekspresi diri (menurutnya) dan ide yang cukup bebas, tidak normatif, tidak terikat dengan (secara ide) dengan kepentingan tangan lain. Semua itu lahir dari diri sendiri.

Walau saya yakin masih ada kepentingan komersil untuk cetak, iklan yang juga melirik karya-karya Maleonn, sesuai trah industri dalam fotografi, tetapi apa yang dihasilkannya cukup menarik untuk dijadikan referensi bagus, untuk mengenal fotografi seni ini.

Cuplikan karya Maleonn Ma :


Portrait Of Mephisto (series)/2007


Portrait Of Mephisto (series)/2007


Portrait Of Mephisto (series)/2007


My Circus (series)/2004


My Circus (series)/2004


Unforgivable Children (series)/2005


Chinese Story(series)/2007


Shanghai Baby (series)/2007


Deja Vu (series)/2006

*karya yang dicantumkan dalam tulisan ini dimuat atas ijin sang seniman.

Silahkan kunjungi website Maleonn Ma | Source 1 | Source 2 | Source 3