Dalam bentuk apapun, seorang seniman, pereka visual, sampai pencari ide gambar akan menggunakan medium apapun dalam menghasilkan karyanya. Dalam kasus ini, bagi beberapa orang menggunakan medium Kamera Polaroid* (wisata ke Pantai, ke Bon-bin, kamera sekali jepret langsung cetak bayar 5000 perak – harga jaman dulu :D), acapkali menghasilkan suatu karya unik yang spontan, polos dan dekat dengan audiens sebagai keseharian. Seperti itulah apa yang hendak disampaikan oleh Piotr Zastróżny, seniman multibakat asal Warsawa, Polandia. Dirinya dalam berbagai perjalanannya keliling dunia selalu membawa perangkat kamera seperti Linhof Master Technika Classic, Leica M7, Polaroid dan Holga.

Ketika saya membrowse namanya dan menemukan karya-karyanya yang menarik dalam websitenya, saya melihat perbedaan yang mendasar. Ketika saya membahas di tulisan sebelumnya tentang cerita-cerita absurd karya fotografi seorang Maleonn Ma, kali ini saya berhadapan dengan seorang yang bekerja berdasarkan kecintaan akan instant result dari sebuah proses mekanisme pengambilan gambar oleh kamera polaroid lawas, dengan kata lain objek tidak berhadapan dengan make up, tata artistik pencahayaan dan lain sebagainya.

Ketika ditanya dalam interviewnya dengan situs ini, Zastróżny, mengatakan beberapa hal yang menjadikannya alasan untuk menggunakan media kamera polaroid ini (karena ini merupakan salah satu keahliannya, dan kebanyakan pada skala teknis) :

1. Hasil yang timbul dari kamera ini memberikan nuansa unik, perspektif yang berbeda dengan gambar yang dihasilkan lewat kamera canggih, kamera klasik sekalipun dengan hasil yang bisa dilihat saat itu juga.

2. Hasil ‘cacat’ yang diinginkan. Menggunakan film yang telah lewat tanggal penggunaannya, penggunaan digital camera pada resolusi tertentu yang menghasilkan gambar buram dan ‘kotor’ malah menghasilkan artistik tertentu yang sangat orisinil. Hasil semakin ‘gagal’ malah semakin bagus baginya.

3. Figur modern yang menjadi terasa lawas, dia mengatakan seakan mengambil gambar di tahun 70’an. Dengan pewarnaan spontan, klasik dan bahkan cendrung tidak cerah, malah menghasilkan karya dengan gambar yang diinginkannya.

4. Dan lainnya, sesuai maunya dia …:D

Dari beberapa kesimpulan yang diterangkan diatas, cuma sebagian kecil dari apa yang saya ketahui tentang pemilihan medium dalam berkarya rupa, apapun itu sudah cukup kuat. Saya yaqin seyaqin-yaqinnya, medium apapun mampu menghasilkan karya seni yang baik, dengan berbagai macam syarat tertentu bagaimana karya itu dapat dipresentasikan ke publik dalam koridor yang terhormat dan berbobot. Tentunya dengan premis seni itu sendiri .

Silahkan lihat beberapa karyanya disini :


Pictures taken from www.piotrzastrozny.com.

* Kamera Polaroid, merupakan produk unggulan dari
Polaroid Corporation.

Cek websitenya disini :
piotrzastrozny | Live in Studio | Blognya | Festus