Melukis model orang ber-tattoo, dalam cat minyak. Detil pula + pencahayaan dan pewarnaan yang realis. Wuih!, tak terbayangkan. Tetapi hasilnya jauh lebih mencengangkan. Saya pikir Shawn Barber ini terlalu ber-skill. Aseli ..ber-skill.

Sebagai praktisi seni yang bergerak di banyak bidang yang terkait ( mengajar, web designer, melukis dan studi tentang tattoo), setelah berkarya selama hampir 10 tahun, menghasilkan sekitar 750 buah lukisan baik komersial maupun kepentingan pribadi, ratusan sketsa dan banyak karya mix media lainnya , dia telah bercerita tentang banyak hal. Kecintaan dan proses pembentukan kemampuan melukisnya banyak disadari ketika dia menyelesaikan sekolah seni pada tahun 1995. Disitu dia memiliki keinginan yang kuat tentang berbagai bidang dalam seni.

The tattooed paintings that I’m working on are a mix of my love for the tattoo medium, my interest in the figure, the abstraction of paint, color and line- and the desire to create interesting imagery based of the imagery of tattoo artists whose work that I think is interesting…
———————— diambil dari situs pribadinya.

Shawn Barber, dalam wawancaranya di situs pribadinya, mengatakan elaborasi dirinya adalah yang terpenting dalam karyanya sebagai kecintaan terhadap apa yang diyakininya . Dan yang terpenting dalam hal ini adalah : Proses. Selain keyakinannya tentang orisinalitas dan otentisitas, serta menentang bentuk pencurian visual atau ide berdalih influence.

Melihat karyanya, CV nya dan ‘petuah’ nya tentang keteguhan hati memilih seni sebagai jalan hidupnya, kadang membuat saya malu-malu. Dalam hati saya berdalih infrastruktur negara ini yang belum memberikan penghargaan terhadap seni. Sementara dia berani untuk terus maju dan yakin kecintaannya akan seni dapat menghidupinya. Terbukti, malah membesarkan namanya.

Cek disitus pribadi Shawn Barber.