Sebuah buku ilustrasi arsitektural masa depan yang dikarang oleh Hugh Ferriss (1889-1962) , pada tahun 1929, dengan judul The Metropolis of Tomorrow, menunjukkan sebuah imajinasi akan bentuk kota, tata ruang impian untuk yang akan datang. Mungkin ada baiknya daripada saya berpanjang-panjang, saya bilang saja ini Konsep retro-future, dan malah sedikit terlihat seperti yang terangkum dalam film-film Batman sekarang – dengan berbagai modifikasi tentunya. Gotham City. Saya pikir sih tadinya, ini merupakan impian dirinya akan wajah masa depan Amerika nantinya.

Awalnya saya tidak menyangka, namun ketertarikan saya dengan konsep retro-future yang sangat naif, malah memberikan pemahaman bahwa : idealnya imajinasi akan lanskap dan teknologi canggih memang mewarnai pemikiran para futuris-ilustrator di masa lampau. Seperti idealnya bentuk-kotak besi yang tak bersudut tajam, bulat dan antena-antena transmisi gelombang dimana-mana. Namun ada yang menarik, dari ilustrasi arsitektural karya Hugh Ferriss ini , bentuk hitam putih dan konsep gigantik, banyaknya gedung tinggi menjulang yang menjelma jadi statue kota, dingin dan kaku dengan bentuk masif memang memanjakan imajinasi para futuris masa lampau yang cenderung mengesampingkan sisi ideal tentang lingkungan.

Setelah melihat karya Ferriss – yang nota bene merupakan salah satu arsitektur berpengaruh di Amerika, saya kagum akan imajinasi mereka saat itu. Kemudian saya melihat saat ini, dimana (katakanlah) negara seperti Jepang dengan konsep robot dan personal hi-tech, transportasi canggih dalam bentuk prototype yang sudah diluncurkan, berbanding kontras dengan kondisi lingkungan yang awut-awutan akibat pembangunan kota (seperti yang Ferriss bayangkan) kehancuran alam, pemusnahan hutan dan perilaku beringas manusia di mana-mana membuat saya jadi malas membayangkan masa depan. Iya kalo makin maju, kalo makin suram ?

Simak review dari situs ini :
As Michael Mallow puts it: “By the mid-twenties, renderings by Ferriss had become almost de rigeur for successful competition projects; countless skyscrapers waited their turn to be bathed in the dark monumentality emanating from his drafting table. In these works a blasé department store appears as a giant lording over its block. Stodgy hotels cease to be stodgy hotels and become looming silhouettes emerging from the urban haze like shipwrecks. Ferriss went to grand new lengths in suppressing detail for mood, and clients loved it.”

Buku ini terbagi atas beberapa bagian seperti ; Cities of Today, Projected Trends, dan An Imaginary Metropolis. Beberapa gambar yang saya tampilkan disini dicapture dari bagian-bagian bab tersebut.

Silakan lihat gambar :

Cek site yang membahas dirinya : di sini