Sebagai seorang seniman senior yang sudah kenyang akan persepsi visual dan pengalaman, rasanya tidak heran ketika berkarya dengan media campuran dan mengambil brand sebagai tema kekaryaanya, dengan muatan populer. Tergantung, siapa yang di’serang’ olehnya. Dalam karya (keren) yang ini, dirinya terang-terangan menyerang dominasi konsumerisme dan menggunakan elemen yang bertolak belakang dalam menyerang fashion dan culture street.


Chanel Chainsaw (1998) / Mix media

Lihat karyanya yang menggunakan material campuran dari branding aseli produk seperti Chanel, Prada dan lainnya seperti McDonald. Karya yang secara telak menerjang sifat konsumtif, penyembahan uang, comercial imagery dan gaya hidup berkelas, menjadi sebuah pendedahan wacana yang menarik. Sekilas wacana yang saya ungkap sepertinya sedikit bias, seandainya saya bisa berbicara langsung dengan Tom Sachs. Dalam hal ini, Tom Sachs seperti semua orang yang menempuh politik sayap kanan atau kiri, namun bedanya dia menumpahkan idenya dengan berkarya. Karya seni memang selalu bergerak unggul menemukan tema yang sangat kondisional, karena dia adalah ujud cerminan dinamika masyarakat saat ini. Dan visual karyanya, sangat sadis, menimbulkan esensi yang menyeramkan. Hey, siapa yang menyangka membuat gergaji mesin dan mesin guillotine dari foamcore dan kulit imitasi?

Tapi sejujurnya, sepertinya Kapitalisme, selalu menjadi musuh yang baik bagi semua orang🙂, terutama orang-orang yang kritis.

Left : Prada Toilet , Right : Chanel Guillotine (Breakfast Nook)

Check sitenya di sini.